Antisipasi Bencana, BPBD Pesawaran Usulkan Peta Geospasial

0
991

Pesawaran, buanainformasi.com – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran akan menggandeng Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) untuk membuat peta geospasial tentang rawan bencana di 11 kecamatan kabupaten setempat.

Program pembuatan peta geospasial tersbut dimaksudkan untuk memetakan titik-titik rawan bencana secara valid di Pesawaran.

Bakosurtanal atau sekarang Badan Informasi Geospasial (BIG) adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran Mustari menjelaskan, pihaknya juga telah Bappeda terkait peta rawan bencana di 11 kecamatan. Baik itu peta banjir, longsor, rob dan bencana lainnya.

 

Menurutnya, terdapat beberapa wilayah yang dikategorikan rawan banjir di Kabiupaten Pesawaan, yakni Kecamatan Way lima, Gedong Tataan, Negeri Katon, Punduh Pedada.

Hal itu juga karena mengingat, Kabupaten Pesawaran dikelilingi beberapa sungai besar seperti Way Padangratu, Way Kijing, Way Semah yang bermuara di sungai Way Sekampung.

“Sudah kita sampaikan ke Bappeda terkait peta rawan bencana di 11 kecamatan. Baik itu peta banjir, longsor, rob dan bencana lainnya. Kita sudah membuat peta, namun belum begitu valid,”jelasnya (13/3).

Disisi lain Mustari mengatakan, selain penyusunan peta geospasial, Pemkab Pesawaran juga melakukan pembangunan retaining wall dan normalisasi sungai, meski hanya mengurangi tingkat kerusakan di tengah masyarakat jika terjadi banjir.

Menurutnya, pembangunan retaining wall dimaksdukan melindungi pengikisan badan sungai yang terlalu besar sehingga tidak mengikis tanah pemukiman warga.

Adapun beberapa wilayah yang dikategorikan rawan banjir yakni Kecamatan Way lima, Gedongtataan, Negerikaton, dan Punduhpedada. Kabupaten Pesawaran sendiri merupakan salah satu daerah yang dikelilingi beberapa sungai besar seperti Way Padangratu, Way Kijing, Way Semah yang bermuara di sungai Way Sekampung.(*)