Bulan Ramadhan, Industri Kolang-kaling MeningkatDikirim oleh Buana Informasi.com pada 9 Juni 2016
Lampung Tengah, buanainformasi.com-Datangnya Bulan Ramadhan membawa banyak berkah tersendiri bagi siapa saja. Salah satu yang ikut menikmati berkah Ramadan adalah para pengrajin kolang-kaling musiman di Kampung Wates Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah, bahkan setiap harinya pengrajin bisa memperoduksi 1,5 kwintal kolang kaling. Jum’at, (10/06/2016)
Meskipun kolang-kaling bukanlah makanan utama bagi masyarakat, namun setiap kali Ramadhan tiba buah yang berasal dari pohon aren itu selalu naik daun dan menjadi buruan masyarakat.
Dalam sehari pengrajin dapat memasak 16 drum kolang-kaling. Akan tetapi, mengolah biji dari pohon aren itu memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Proses pertama kali yang dilakukan merebus buah aren sampai warna kulit buah berubah menjadi hijau tua.
Setelah itu, biji kolang-kaling berwarna putih cerah dikeluarkan dari dalam buah aren dengan cara membukanya. Prosesnya tidak berhenti sampai di situ, biji kolang-kaling yang telah dikeluarkan dari buah aren tersebut ditumbuk lalu direndam dengan air beras untuk menghilangkan getahnya.
Meski demikian pengrajin kolang-kaling tidak merasa kesulitan memasarkan bahan baku kolak atau manisan itu saat Ramadhan. Pasalnya, pembeli kolang-kaling dari wilayah setempat maupun luar daerah rela datang langsung ke pengrajin.
Menurut Nanang salah satu pengrajin kolang kaling mengatakan, “Semenjak Ramadhan harga kolang-kaling menggila. Kolang-kaling yang biasa dijual hanya Rp 3.500/kg, kini saat bulan puasa harganya naik 100 % dan mencapai Rp 7.000/kg.”Papar Nanang saat ditemui tim liputan buanainformasi.com. (Hengki)



