Diduga Ada Politik Uang, Pilkades Di Desa Putra Aji Dua Ricuh

0
109

Lampung Timur, Penacakrawala.com – Desa Putra Aji Dua, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur (Lamtim) belum mengeluarkan nama pemenang hasil Pilkdes serentak.

Hal itu disebabkan karena adanya dugaan praktik politik uang oleh salah satu calon dan menyebabkan kericuhan.

Peristiwa itu terjadi di Kantor Desa Putra Aji Dua, Sukadana, pada Senin (30/10/2023).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Lampung Timur, Yudi Irawan mengatakan saat ini permasalahan itu masuk dalam tahap penyelesaian.

Saat ditanya soal adanya dugaan praktik uang pada Pilkades tersebut, Yudi mengatakan bahwa itu merupakan ranah pihak berwajib.

“Tahapnya penyelesaian saat ini. Kalo untuk itu ranah ke yang berwajib, kalau yang di Perbup itu kan ke pihak berwajib, perselisihan suara itu ke panitia Kabupaten, perselisihan suara itu ke kabupaten, dan administrasi itu ke penitia pengawas desa,” kata dia, Rabu (1/11/2023).

Rencananya, hari ini akan dilakukan penetapan keputusan di Kecamatan Sukadana.

“Hari ini tahapan penetapan, itu yang mau dilakukan panitia, sudah dihitung yang selisih belasan,” bebernya.

“Mudah-mudahan hari ini difasilitasi sama Kecamatan untuk penetapan,” tambahnya.

Dari informasi yang yang didapat, kerusuhan berawal ketika hasil perhitungan suara dilakukan.

Hasilnya, Paslon nomor urut satu atas nama Hanafi mengungguli Paslon nomor urut dua Rika Jayanti, dengan selisih yang tipis.

Atas hal itu, massa pendukung Rika Jayanti merasa tidak terima.

Hal ini lantaran, menurut massa aksi, Paslon nomor urut satu melakukan praktik politik uang.

Para pendukung dari Paslon nomor dua juga membawa sejumlah barang bukti dugaan Paslon satu melakukan praktik politik uang.

Akibatnya, massa pun pecah dan kerusuhan tak dapat dihindarkan.

Beruntung, para pendukung maupun relawan nomor urut satu segera meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Kondisi Balai Desa setempat pun, dikabarkan porak poranda dan sangat berantakan.

Aparat beserta pihak kecamatan segera melakukan mediasi. Saat mediasi, segala pihak dari yang berkonflik pun hadir. (**/red)