DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2018

0
893

Pesisir barat, buanainformasi.com – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat dengan acara penyampaian nota keuangan RAPBD tahun anggaran 2018. Rapat dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita kantor pemerintah setempat.

Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Piddinuri, didampingi wakil ketua I M.Towil dan wakil ketua II Ae. Wardhana. Sebanyak 20 anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna dari 25 anggota dewan.

Pada sambutan bupati, yang disampaikan oleh wakil bupati Erlina,SP.,MH., menyampaikan bahwa atas dasar rencana kerja maka disusunlah kebijakan umum APBD serta prioritas dan plafon anggaran sementara APBD. Dalam rancangan APBD ini terdapat berbagai perubahan baik pada komponen pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

Selanjutnya, dirinya menjelaskan secara garis besar RAPBD kabupaten pesisir barat tahun anggaran 2018 yaitu pada ranperda APBD tahun anggaran 2018 target pendapatan daerah yang dianggarkan sebesar 1.005.348.478.292,00 ( satu triliun lima milyar tiga ratus empat puluh delapan juta empat ratus tujuh puluh delapan ribu dua ratus sembilan puluh dua rupiah), berasal dari
pendapatan asli daerah Rp 45.010.775.056,00 (empat puluh lima milyar sepuluh juta tujuh ratus tujuh puluh lima ribu lima puluh enam rupiah ).

Berikutnya dari dana perimbangan Rp. 821.919.797.236,00 (delapan ratus dua puluh satu milyar sembilan ratus sembilan belas juta tujuh ratus sembilan puluh ribu dua ratus tiga puluh enam rupiah). Dan juga dari lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 138.417.906.000,00 (seratus tiga puluh delapan milyar empat ratus tujuh belas juta sembilan ratus enam ribu rupiah ).

Lebih lanjut, rencana belanja daerah pada ranperda tahun anggaran 2018 pemerintah kabupaten pesisir barat mengalokasikan anggaran belanja daerah sebesar Rp. 1.029.394.616.350,00 (satu triliun dua puluh sembilan milyar tiga ratus sembilan puluh empat juta enam ratus enam belas ribu tiga ratus lima puluh rupiah).

Belanja daerah tersebut berasal dari belanja tidak langsung sebesar Rp 367.018.584.424,00 (tiga ratus enam puluh tujuh milyar delapan belas juta lima ratus delapan puluh empat ribu empat ratus dua puluh empat rupiah).
belanja langsung sebesar Rp.662.376.031.926,00 (enam ratus enam puluh dua milyar tiga ratus tujuh puluh enam juta tiga puluh satu ribu sembilan ratus dua puluh enam rupiah).

Dengan demikian, “Total pendapatan sebesar Rp 1.005.348.478.292,00 ( satu triliun lima milyar tiga ratus empat puluh delapan juta empat ratus tujuh puluh delapan ribu dua ratus sembilan puluh dua rupiah) dikurangi total belanja sebesar Rp.1.029.394.616.350,00 (satu triliun dua puluh sembilan milyar tiga ratus sembilan puluh empat juta enam ratus enam belas ribu tiga ratus lima puluh rupiah), maka defisit sebelum pembiayaan adalah sebesar Rp. 24.046.138.058,00 (dua puluh empat milyar empat puluh enam juta seratus tiga puluh delapan ribu lima puluh delapan rupiah)” ujar Erlina.

Mengenai uraian yang lebih terperinci berkaitan dengan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten pesisir barat tahun anggaran 2018. “Saya persilahkan untuk memeriksa dan membahas rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah beserta lampirannya, yang pada hari ini secara resmi akan saya sampaikan kepada saudara ketua dewan dalam sidang paripurna yang terhormat ini sebagai bahan pembahasan lebih lanjut” punkas Erlina.

Hadir dalam paripurna tersebut Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina, Sekdakab Azhari, Unsur forkopimda, Para kepala satker, Camat se kabupaten pesisir barat. (Nova)