Fakta dan Kronologi Maling Sadis di Bekasi

0
274

BEKASI, Penacakrawala.com – Pencurian disertai pemerkosaan terjadi di Bintara, Kota Bekasi, Sabtu (15/5/2021). Pencuri telah melarikan diri dan kini sedang dalam pencarian polisi. Berikut merangkum sejumlah hal yang sejauh ini diketahui, beserta kronologi peristiwa berdasarkan pemeriksaan sementara yang telah dilakukan polisi: 1. Kejadian selepas subuh Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.30-05.00. “Korban sedang main Tiktok sendirian di ruang tamu, kejadian sekira jam 05.00,

“ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heri Purnomo Jakarta, Minggu (16/5/2021). 2. Pencuri masuk lewat lubang exhaust fan Pencuri disebut masuk melalui lubang exhaust fan di bagian belakang rumah. dugaan ini diperkuat dengan tanda-tanda yang disampaikan anjing pelacak polisi yang ikut menyidik rumah tersebut. 3. Korban diperkosa, dibekap dari belakang, diancam dibunuh Korban yang sedang main TikTok tiba-tiba dibekap dari arah belakang oleh pelaku.

Tak hanya membekap korban, pelaku juga melayangkan ancaman pembunuhan. “Dari pengakuannya, korban ini diancam, pelaku hendak membunuhnya kalau berteriak minta tolong, “ujar Heri. 4. Anggota keluarga sedang tidur, ayah bekerja Karena ancaman itu, korban tak berdaya melawan pemerkosaan oleh pencuri tersebut. Di sisi lain, ibu dan adiknya sedang terlelap di dalam kamar, sedangkan ia berada di ruang tamu. Ayahnya baru kembali ke rumah selepas kerja sekitar pukul 05.30 WIB. 5.

Ponsel dan sejumlah uang raib Ayah korban, DP (41) pulang kerja sekitar pukul 05.30 karena menerima laporan dari warga mengenai peristiwa itu. Dua ponsel dan sejumlah uang disebut raib digondol. 6. Pelaku kabur lewat jalan berbeda Pelaku sudah kabur ketika DP pulang ke rumah. Ia diduga tak mengambil jalan keluar yang sama dengan jalan masuknya. “(Pelaku) keluar lewat pintu belakang,” ujar Heri. 7. Barang bukti dan kondisi korban Dari tempat kejadian, Heri mengatakan,

polisi mengamankan seprei dan pakaian korban yang ada noda darah. “Untuk dicek lebih lanjut dengan kondisi fisik korban. Kami juga masih menggabungkan data di lapangan dan kondisi riilnya,” kata Heri. Kapolsek Bekasi Barat Kompol Armayni menyebut, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak sudah menangani korban yang masih dalam kondisi tidak stabil. ”Saat ini korban masih bersama kami. Sampai saat ini juga, belum ketahuan siapa pelakunya,” kata Armayni.

Sumber:Kompas.com
Editor:Muhammad Daffa