Harga Beras Dan Telur Di Lampung Selatan Kian Meroket

0
66

Lampung Selatan, Penacakrawala.com – Harga beras dan telur di Lampung Selatan kian meroket.

Harga beras kini menyentuh Rp 15 hingga 17 ribu per kilogram sementara telur Rp 28 ribu.

Akademisi STIE Muhammadiyah Kalianda Susilawati menilai, kenaikan harga beras yang cukup tinggi memang menjadi perhatian semua pihak.

“Kenaikan harga beras biasanya terjadi karena persediaan beras dari panen sebelumnya mulai menipis. Terutama pada musim gadu,,” kata Susi, Minggu (25/2/2024).

“Ini adalah hal yang wajar. Namun, jika harga masih tinggi melebihi harga eceran tertinggi (HET), maka perlu ada penanganan dari pemerintah,” sambungnya.

Susi menjelaskan, kenaikan harga beras yang signifikan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat terutama bagi mereka yang ekonominya kurang stabil.

Karena itu, sangat penting untuk semua pihak, terutama pemerintah, bekerja sama untuk menemukan solusi guna mengendalikan kenaikan harga beras ini agar tidak memberatkan kehidupan masyarakat.

“Langkah-langkah apa saja yang bisa diambil oleh pemerintah yang mungkin jadi bahan masukan di antaranya pemerintah memastikan kecukupan stok beras di gudang Perum Bulog,” katanya.

Lalu pemerintah memastikan ketersediaan stok beras yang cukup di gudang Bulog bisa membantu meredam laju kenaikan harga beras.

Susi menjelaskan harga beras yang tinggi dapat mempengaruhi ketersediaan dan aksesibilitas bagi masyarakat.

“Langkah lainnya yang dapat pemerintah lakukan, yakni mengevaluasi stok beras nasional dan memastikan ada cukup beras untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

“Jika stok beras yang tersedia tidak mencukupi, pemerintah dapat mengimpor beras dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” sambungnya.

Susi menjelaskan, pemerintah juga bisa memberikan bantuan pangan beras sebagai salah satu solusi untuk menghadapi situasi fluktuasi harga beras nasional.

Program ini bisa membantu masyarakat yang terkena dampak langsung dari kenaikan harga beras

Lalu pemerintah juga dapat menetapkan kebijakan harga beras yang bersaing di pasar.

Agar harga berada pada level yang terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, dapat dilakukan pengawasan terhadap tindakan spekulasi atau penumpukan beras yang dilakukan oleh pihak tertentu yang mungkin akan meningkatkan harga beras.

Hal ini, kata Susi, perlu dilakukan untuk menjamin stabilitas harga beras di pasar.

Langkah lain yang dapat dilakukan pemerintah adalah meningkatkan produksi beras dalam negeri melalui program-program atau insentif-insentif yang menstimulasi petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen beras.

“Misalnya bantuan pupuk, benih unggul atau pemasangan sumur bor untuk para petani,” katanya.

“Dengan demikian, ketersediaan beras akan meningkat dan harga beras diharapkan akan stabil,” pungkasnya. (**/red)