Harga Beras Tinggi, Para Pengusaha Rumah Makan Di Metro Terpaksa Naikan Harga Jual

0
80

Metro, Penacakrawala.com – Kenaikan harga beras mempengaruhi penjualan di rumah makan yang ada di Kota Metro, Lampung.

Salah satunya diungkapkan Pemilik Warung Makan Bude Gendut, Kevin mengaku dirinya kebingungan dengan naiknya harga beras ini.

Ia berharap, pemerintah dapat melakukan tindakan terkait kenaikan harga beras tersebut.

“Harapannya ya Pemerintah ada tindakan ya mas,” kata dia, Rabu (21/2/2024).

“Karena kita dari pedagang naikin harga gak mungkin,” tambahnya.

Ia mengaku, pembeli di rumah makan miliknya didominasi mahasiswa.

Sehingga, ia keberatan apabila menaikan harga jual.

“Pembeli kebanyakan dari mahasiswa, jadi bingung juga,” tuturnya.

“Intinya gimana caranya pemerintah buat ngatasin masalah beras ini yang semakin naik,” imbuhnya.

Terpisah,Pemilik Warung Makan Teteh, Ade Lismawati mengatakan hal serupa.

Ia mengaku terkendala dengan naiknya harga beras di Metro.

“Terkendala juga beras naik, buat pedagang ya susah lah kaya gini,” kata Ade.

“Dulu harganya Rp 12 ribu, sekarang sudah Rp 15 ribu ya,” sambungnya.

Ade mengungkapkan, kenaikan harga beras ini turut berdampak ke penjualannya.

Terutama dalam menyesuaikan harga jual.

“Dampaknya banyak juga sih, kita juga mau naikkin harga bingung,” ucapnya.

“Karena rata-rata yang beli mahasiswa,” lanjut dia.

Disinggung terkait keuntungan usai harga beras naik, lanjut dia, dia hanya bisa bersyukur.

“Keuntungan ya dibilang cukup ya gitu, dibilang kurang ya gitu, kita syukuri aja,” tukasnya.

“Untung ruginya disyukuri aja, yang penting cukup buat anak makan,” terangnya.

Ia berharap harga beras dapat segera normal kembali seperti sebelumnya.

“Saya pengennya yang normal-normal aja, yang penting yang baik aja untuk harga beras, harga sembako,”

“Dapet beras juga susah sekarang, ya kita cari-cari aja adanya di mana, di pasar, toko-toko,” pungkasnya.(**/red)