Jelang Lebaran, Jalur Lintas Pantai Pesibar Masih Dibiarkan Ambrol

0
436

Pesisir Barat, buanainformasi.com – Jelang idul fitri 1439 H mendatang, jalur lintas pantai barat Krui, Pesisir Barat, yang merupakan jalur utama penghubung Lampung-Bengkulu, belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Pasalnya, sejak delapan bulan ambrol, jalur sepanjang 20 meter ini belum juga ada penanganan. Pemkab Pesisir Barat pus terkesan diam.

Saleh, warga setempat, mengungkapkan, sejak jalan tersebut ambrol, jalur yang digunakan adalah pantai, dan ini sering terganggu akibat genangan air, sehingga kalau sungai dan laut pasang maka jalur tersebut tidak bisa dimanfaatkan.

“Kami tidak melihat respon pemerintah terhadap penanganan jalan tersebut, padahal setiap laut dan sungai Mahnai pasang, jalan alternatif ini tergenang air dalam waktu yang lama,” kata Saleh, Senin (28/5).

Menurut Saleh, kalau ada komunikasi yang baik antara Pemkab Pesisir Barat dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, tidak mungkin jalan tersebut tidak ditangani, sebagai contoh Tahun 2012 pernah kejadian yang sama, tetapi dalam waktu dua minggu sudah selesai penanganan secara permanen.

“Kami yakin bupati dan dinas terkait tidak terpengaruh dengan jalan ambrol tersebut, karena sampai saat ini mereka cuek, kami yakin Pemerintah Pusat tidak susah menangani jalan itu, buktinya Tahun 2012 cuma dua minggu selesai,” sesalnya.

Dan kata Saleh, kalau Pemkab Pesisir Barat sensitif terhadap gangguan lingkungan terutama akibat kerusakan fasilitas umum, itu bisa saja ditangani oleh Pemkab kalau memang tidak ada respon dari Pemerintah Pusat, tapi ini tidak dan kami maklum karena bupati yang sering lewat dijalan tersebut menggunakan mobil ford yang besar dan tinggi.

“Kalau bupati gak akan terganggu lewat sini, karena kalau masih tergenang air setinggi setengah meter dia masih bisa lewat, karena mobil dinas ford yang digunakan tidak ada halangan untuk lewat, jadi buat apa susah-susah mikirin,” ujar Saleh warga setempat.

Tapi mereka yang tinggal di Krui Pesisir Barat kata Saleh, sudah tidak heran kalau tidak ada pembangunan di Pesisir Barat, karena yang mereka lihat, jangankan membangun, yang mereka lakukan hanya merusak-merusak dan menggusur.

“Kami pesimis kalau Pesisir Barat akan maju dalam lima tahun ini, APBD tersedot untuk membangun kantor DPRD dan Bupati, jadi masih jauh kalau mau memikirkan kemajuan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan,” tandasnya. (*)