Kebakaran Maut Di Lapas Tangerang Yang Sudah Berumur 42 Tahun

0
253

Jakarta, Penacakrawala.com – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly mengatakan bahwa Lapas Kelas I Tangerang sudah berusia puluhan tahun. Dia meminta lapas lain dicek usai insiden kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang.

Awalnya, Yasonna menjelaskan bahwa Lapas Kelas I Tangerang sudah berumur 42 tahun. Instalasi listriknya lama tidak diperbaiki. Kebakaran maut ini diduga karena korsleting listrik.

“Dibangun 1972 dan 42 tahun, sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listrik,” kata Yasonna usai mengecek lokasi kebakaran, Lapas Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021).

Oleh karena itu, Yasonna pun sudah meminta lapas-lapas lain ikut dicek. Sebab, beberapa lapas di Indonesia biasanya terbakar karena arus pendek.

“Tadi saya sudah perintahkan pak Dirjen, coba cek lagi lapas-lapas,” ujar Yasonna.

“Karena beberapa tempat di lapas-lapas kita, kecuali beberapa tempat oleh karena kerusuhan, pada umumnya karena arus pendek. Itu lapas-lapas lama seperti ini,” ungkapnya.

Bentuk 5 Tim

Yasonna Laoly juga menyampaikan pihaknya akan membentuk 5 tim untuk menangani kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang. Tim tersebut akan melakukan identifikasi hingga pemulasaran jenazah.

“Dalam penanganan ini kita membentuk 5 tim dipimpin oleh Dirjen PAS Pak Reinhard,” katanya.

Tim pertama adalah tim identifikasi, Ditjen PAS bersama Inafis Polri akan membentuk tim untuk mengidentifikasi jenazah korban kebakaran. Tim kedua adalah pemulasaran pemakaman pengantaran jenazah, tim kedua akan bekerja setelah tim 1 mengidentifikasi korban.

Tim ketiga bertugas untuk pemulihan keluarga. Tim ketiga ini bertugas menemui keluarga korban dan menyampaikan uang duka.

“Kami akan menemui keluarga tentunya menyampaikan rasa duka, tim kami akan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk itu. Kita menyiapkan sekedar uang duka, nanti kita harapkan dalam hal ini kami sudah sampaikan tadi mewakili yang saya ketemu tabah, kiranya cobaan ini dapat kita hadapi bersama, tidak ada yang menginginkan ini,” ujarnya.

Nantinya tim ketiga juga akan menghubungi keluarga ataupun pihak kedutaan perwakilan kedua warga negara asing yang turut menjadi korban dalam kejadian. Diketahui ada 2 warga negara asing yang tewas dalam kejadian, aitu WN Afrika Selatan (Afsel) dan Portugal.

“Ada 2 orang warga negara asing, satu warga negara Portugal dan 1 warga negara Afrika Selatan. Kami sudah bekerjasama dengan Kemlu dan Kedubes konsuler dari negara yang bersangkutan, nanti kita temukan bagaimana penghubungan kepada keluarga mereka, dimana dimakamkan,” katanya.

Source : Detik.com
Editor : Adee