Ketua Komisi B DPRD Tanggapi Dugaan Proyek Fiktif Dinas PU

0
815

Pesisir Barat, buanainformasi.com – Dugaan proyek fiktif yang di adakan di Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi kabupaten Pesisir Barat tentang proyek pembukaan jalan Talang Meranjat – Talang Kenyangu bernilai 1,132 Miliar, mendapatkan tanggapan dari ketua komisi B DPRD Kabupaten Pesisir Barat.

Ketua komisi B DPRD Kabupaten Pesisir Barat Ali Yudiem, SH mengatakan, menurut keterangan dari masyarakat setempat sewaktu sidak ke lokasi kegiatan pekerjaan tersebut sangat sederhana sekali. Kalau dikategorikan buka badan jalan menurut masyarakat jalan tersebut sudah lama ada sebelumnya waktu pesisir barat belum mekar dan masih masuk wilayah lampung barat.
“sesuai dengan keterangan masyarakat pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan tentang pembukaan badan jalan hanya sekedar buat siring. Akan tetapi apabila pembukaan badan jalan secara mutlak itu tidak ada, kata masyarakat sewaktu kita meninjau lokasi” ujarnya.

“logika kita kalau buka badan jalan berarti buka jalan baru, artinya itu kebon, hutan belantara, sawah dibersihkan dengan eksafator dengan ukuran 5 atau 7 meter dengan konsekuensi kerja kurun waktu yang telah ditentukan dalam nilai kontrak,” imbuhnya.

Lanjut Ali Yudiem, dinas Pu dan pihak-pihak terkait apabila ada indikasi fiktif, dirinya selaku pihak DPRD khususnya komisi B mendorong aparat penegak hukum untuk masuk ke ranah tersebut. ” Kami mengingatkan kepada dinas pu dan orang yang mengerjakan proyek tersebut untuk di blacklist dari pesisir barat bila perlu termasuk perusahaanya juga.”tegasnya.

“sewaktu kita bersama bupati melakukan sidak mereka juga akui kegiatan hanya merapihkan kiri kanan jalan. Saya fikir ini sudah selesai semua apakah sudah di pho, lebih miris kenapa pekerjaan seperti ini diterima,” katanya

Ali menambahkan, “dinas pu harus tegas terkait ini artinya kalau memang itu buka badan jalan dengan konsekuensi seperti itu menurut kita tidak masuk akal. Persoalan harus di clearkan dulu,kalau jalan sudah layak jalan tersebut harus kita tingkatkab apakah akan diunderla atau peningkatan jalan ditahun berikutnya tapi kalau belum jelas kita pertanyakan untuk menganggarkan ditahun berikutnya,” ucapnya

Dirinya berharap ditahun 2017 kepada rekanan yang mengerjakan infrastruktur di pesisir barat yang dipercaya oleh pemerintah untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin. “Untuk pekerjaan ditahun sebelumnya dijadikan pengalaman, kita tidak mau ada pekerjaan bermasalah lagi baik itu proyek fiktif, proyek tidak sempurna, pejerjaan tidak bermanfaat jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Disisi lain Muri Menako Kabid Cipta Karya dinas pu, saat ditemui diruang kerjanya membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Abdullah pada pemberitaan sebelumnya bahwasannya proyek pekerjaan pembukaan badan jalan tersebut sudah benar.

Lanjut Muri, sewaktu rombongan bupati dan beberapa anggota dewan saat sidak ke lokasi sudah kita jelaskan keadaannya.
“saya juga sudah sampaikan kepada DPRD ada beberapa pemahaman yang salah. Kalau secara bahasa teknis penahan berbeda. Yang saya tangkap di sini ada perbedaan kesenjangan pemahaman kata-kata.”katadia.

“Seperti pekerjaan pembukaan badan jalan di sini disebut item pembukaan badan jalan di sinilah ada kendala teknisnya. Pembukaan dalam bahasa awam adalah yang tidak ada kemudian dibuka, kalau sudah ada ngapain dibuka. Sebagai orang teknik saya memberikan masukan, pembukaan badan jalan itu ada dya jenis pekerjaan yang bersifat paham. Yang pertama adalah land clearing atau pembersihan lahan dan yang kedua adalah pematangan laha, dipematangan lahan ini ada yang namanya galian timbunan. Jadi apakah dia hanya pembukaan pembersihan atau mencapai penggalian timbunan ataukah ada perkerasan terhadap subgradnya tetap judulnya adalah pemukaan.” tegasnya.

“kalau menurut saya pekerjaan ini tidak fiktif karena memang dikerjakan. Sudah dikerjakan sebagaimana sesuai dengan ketentuan yang ada jadi bagaimana bisa dibilang pekerjaan fiktif. Namun yang kita khawatirkan itu tadi pemahaman yang berbeda pada masyarakat umumnya,” kata dia.

Menurutnya sudah dilakukan pelebaran jalan dari yang sebelumnya, karena jalan yang dulu tidak selebar saat ini. “Dulu masuk jalan sana itu susah jangankan mobil motor kita aja jalan kaki waktu masuk. saya melanjutkan sebagai ppk pekerjaan sudah berjalan. Saya masuk itu sudah 30 % berjalan, jadi saya mikirin bagaimana memasukan alat berat.” katanya

Disinggung mengenai pemilik perusahaan yang melakukan pekerjaan, dia hanya bungkam.”begini saya itu melanjutkan pekerjaan dari Abdullah bukan hanya ini saja, sebagai ppk ada 30 pekerjaan yang dialihkan ke saya belum pekerjaan yang memang saya tangani 48. Bisa kebayang beban yang saya pikul seperti apa. Jadi saya tidak mampu mengingat semuanya. Nanti saya lihat data dulu dan akan saya informasikan kembali.” pungkas muri. (Nova)