Kisah nyata Inspiratif Mualaf Menyayat Hati
[sz-ytvideo url=”https://www.youtube.com/watch?v=o5AALXNq-Rg” theme=”dark” cover=”youtube” start=”1″ end=”1″ responsive=”y” autoplay=”y” loop=”y” fullscreen=”y” disablekeyboard=”y” disableiframe=”y” disablerelated=”y” delayed=”y” schemaorg=”y” /]
BUANAINFORMASI.COM-Masuk menjadi muslim adalah bagian dari kehidupan seseorang yang sangat penting. saat di mana dia, merasa bahagia, kuat dalam menghadapi kerasnya hidup. Ketenangan hati karena, telah kembali ke jalan keridhoan Sang Pencipta alam semesta.
Tetapi tidak semua mualaf beruntung, kebahagiaan luar biasa begitu ia masuk Islam dengan penuh kesadaran. Namun setelah itu, cobaan dan ujian datang bertubi-tubi seakan menggoyahkan keputusannya untuk menjadi seorang muslim, seperti yang dialami oleh Mario (86) CYB dengan istrinya Ibu Gustiana (80) Warga, JL.Durian 1X Blok E No 73 Perum Pemda Lampung Kelurahan Wayhui Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. (18/09/2016)
Mario, Sebelum Mualaf, adalah pemeluk agama Katolik,ia sering menghabiskan waktu untuk beribadah kegereja.ada suatu gejadian yang membuat ia ingin mengenal Agama Islam lebih dekat,karna menurutnya semua yang ia pelajari selama ini tertuang jelas dalam kitap Suci Al-Qur’an,ini semua yang membuat ia yakin untuk menjadi muslim.
“ada kejadian yang buat saya tu lebih mengenal agama islam,karna waktu dulu saya gak tau waktu subuh,dzuhur,asyar,magrib,isya, tapi sekarang saya sudah tahu semua waktu itu,dan saya juga merasakan kedamaian setelah menjadi muslim,” ujar Mario
Selama menjadi mualaf banyak musibah yang dialami kecelakaan dan luka berat di bagian kepala yang menghancurkan Batok Kepala,dirinya juga diasingkan oleh kelurga.
Pak Mario saat ini mengurus 3 orang cucu untuk biaya sehari-hari dan biaya sekolah, dirinya membuka warung kecil-kecilan dirumah dan mencari tambahan dengan menjadi Tukang Ojek.
“ya buat tambah-tambah mas lumayan karna terkadang ada yang minta tengah malem buat dianter kebandar jaya ya saya anter,” tambahnya
Selama ini Mario tidak pernah mendapatkan bantuan seperti Raskin, Kartu Sehat, dan BPJS padahal dirinya telah menetap menjadi warga jalan durian.
Sebelumnya pak Mario mendapatkan konfirmasi dari pihak kantor kelurahan untuk datang mengurus surat bantuan namun sesampai disana pak Mario tidak menemukan pegawai yang menghubunginya dengan alasan tidak ada di tempat.
“kemaren sempet ada pegawai kelurahan yang nelpon dan menyuruh saya untuk pegi nemuin dia tapi setelah saya dan oma dating tapi kita gak ketemu karna pegawai tersebut tidak ada di tempat,padahal sebelumnya dia yang janji ketemu hari ini,”tambah mario
Kesaharian istri Mario adalah ibu rumah tangga biasa yang mengurus kebutuhan rumah untuk mengisi waktu luang dan membantu keuangan keluarga gustiana berjualan pem-pe dengan modal 1 kg tepung aci Gustiana hanya mendapatkan keuntungan yang tak seberapa selain itu gustiana juga menerima panggilan menjadi buruh cuci namun semua itu tetap mereka syukuri.
“saya gak kerja apa-apa cuman jualan pem-pe dirumah biasanya bikin 1 kg terus kalo ada yang minta cuciin baju ya saya cuci lumayan mas buat tambahan dan biaya sekolah cucu saya ,”tutup ibu gusti. (Basri subur/Wisnu)




