Lebaran 2024, Dishub Lampung Prioritaskan Penyeberangan Di Bakauheni

0
85

Bandar Lampung, Penacakrawala.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengaku sudah melakukan peninjauan langsung ke pelabuhan Bakauheni terkait persiapan arus mudik lebaran 2024.

“Kami bersama tim humas sudah ke lapangan, kami ke Bakauheni City sekaligus meninjau penyebrangan untuk kesiapan angkutan lebaran,” ujar Bambang saat ditemui di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/3/2024).

Ia menilai, angkutan penyebrangan selama ini menjadi masalah yang cukup krusial daripada lainnya, mengingat musim penghujan yang diprediksi BMKG masih akan belangsung hingga April 2024.

Karena itu, pihaknya menjadikan angkutan penyebrangan sebagai fokus peninjauan.

“Hanya memang untuk yang krusial sekali itu masalah penyebrangan, beberapa hal yang menjadikan Kita harus fokus,” katanya.

Dikatakannya, bahwa pelabuhan Bakauheni telah dijadikan titik konsentrasi untuk angkutan lebaran.

Mengenai manajemen angkutan lebaranDinas Perhubungan Provinsi Lampung telah melakukan rapat melalui zoom metting mengenai kesiapan yang di angkutan darat.

Kembali dijelaskan Idul Fitri tahun 2024 ini pihaknya hanya memprioritaskan angkutan di Pelabuhan Bakauheni -Merak saja.

Sementara Pelabuhan Panjang hanya akan dimanfaatkan saat darurat saja.

“Jadi nanti dari Pelabuhan Merak pakai Pelabuhan Ciwandan, sedangkan di  Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) itu di Pelabuhan BBJ Bojonegara,” tukasnya.

Guna meninimalisir permasalahan di penyeberangan, akan ada aturan penyebrangan pada angkutan barang dalam penyeberangan.

Pemberlakukan aturan tersebut diperkirakan akan berlaku mulai tanggal 5 sampai 16 April 2024 mendatang.

Kemudian terkait radius penyeberangan, Dishub Lampung tetap menerapkan teknis pembelian tiket online pada radius 4,2 kilometer sebelum pintu masuk pelabuhan guna menghindari penumpukan kendaraan.

Saat calon penumpang gagal membeli tiket di radius 4,2 kilometer tersebut, maka langkah alternatif bisa ditempuh melalui pelayanan pada rest area kilometer 97 apabila di Pelabuhan Merak.

Sementara dari pelabuhan di Lampung diberikan pelayanan pada buffer zone Terminal Gayam, rest area kilometer 20 B, dan Rumah Makan 3 Saudara, dan Rumah Makan Gunung Jati atau Balai Karantina Pertanian.

Dihimbau pula bagi masyarakat yang akan melakukan mudik dari Jawa ke pulau Sumatera, agar lebih dulu membeli tiket satu hari sebelum jadwal penyebrangan.

“Karena tiket sudah dijual itu 60 hari sampai dengan 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan,”

“Dalam rangka itu, dengan pola aplikasi ferizy ini kan Kita dibatasi. Setiap hari sekitar 860 kendaraan yang akan menyebrang,” jelasnya.

Adanya manajemen tersebut, Dishub Provinsi Lampung berharap tidak akan ada lagi penumpukan di sekitar pelabuhan Bakauheni.

Sementara itu pada angkutan lain sepertu perhubungan udara, Dishub memperkirakan tidak ada kendala.

Begitupula dengan angkutan darat pada sektor kereta api. (**/red)