Mencegah DBD, Dinas Kesehatan Tanggamus Menghimbau Untuk Menjaga Lingkungan Rumah

0
118

Tanggamus, Penacakrawala.com  Dinas Kesehatan TanggamusLampung imbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah demi mencegah DBD.

Bambang Sutejo selaku Kabid Pengendalian Penyakit Diskes Tanggamus Lampung mengatakan, upaya pencegahan DBD sangat diperlukan.

Pencegahan penyakit DBD dapat dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan rumah warga TanggamusLampung.

“DBD ini terjadi karena adanya nyamuk aides dan tempat perindukannya juga tidak bersentuhan dengan tanah,” kata Bambang, Rabu (4/10/2023).

Ia menjelaskan, bak mandi dan juga sampah yang dapat menampung air bisa menjadi tempat perindukan nyamuk.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah, sangat efektif untuk memberantas penyebaran DBD.

Dia mengatakan, jika hanya menggunakan fogging nyamuk aides akan kembali muncul di lokasi tersebut.

Hal itu dikarenakan hanya nyamuk dewasa saja yang mati akibat penyemprotan fogging tersebut.

Namun, untuk telur dari nyamuk aides tidak ikut mati karena penyemprotan fogging.

“Nanti kalau telur nyamuk itu sudah menetas akan langsung menjadi nyamuk aides lagi,” kata Bambang.

Dengan begitu nyamuk aides akan kembali muncul di lingkungan yang telah dilakukan penyemprotan fogging.

Menurut data dari Diskes Tanggamus, hingga bulan September 2023 terdapat 104 kasus DBD di Kabupaten Tanggamus.

Dari 104 kasus DBD tersebut terdapat satu orang yang meninggal dunia akibat DBD.

Warga yang meninggal dunia akibat DBD tersebut merupakan warga Kecamatan Gisting Tanggamus.

Warga yang meninggal dunia akibat DBD ini berusia 11 tahun.

Bambang menjelaskan, pasien meninggal dunia akibat terlambatnya penanganan dari pihak keluarga.

Dimana anak tersebut dibawa ke pelayanan kesehatan dalam keadaan yang sudah kritis.

Sehingga anak tersebut sudah tidak dapat tertolong lagi oleh pihak medis.

Atas kejadian itu, Bambang mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati jika mengalami demam yang tak kunjung turun selama tiga hari.

Jika hal itu terjadi, ia menganjurkan kepada masyarakat untuk melakukan pengecekan di pusat pelayanan terdekat.

Jika hasil pemeriksaan mengalami indikasi DBD maka masyarakat akan diberikan penanganan lebih lanjut oleh pihak medis. (**/red)