Menghilang, Wabup Lampura Diduga Terbelit Hutang

0
693

Lampung Utara, buanainformasi.com – Milyar SL Warga Kelurahan Tanjung Aman Kabupaten Lampung Utara mengaku merasa di rugikan oleh Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo (6/10).

Milyar merasa di rugikan atas hal tersebut, menurut keterangan Milyar kejadian bermula pada 9 Februari 2017 lalu Wabup Lampura meminjam sejumlah uang sebesar Rp.80 juta untuk satu keperluan mendesak, katadia.

“Beliau menghubungi saya via telepon pada malam hari dan meminta saya untuk meminjamkan uang sebesar Rp.80 juta,-. Saat itu, saya sedang berada di Way Kanan. Beliau malam itu begitu mendesak saya. Mengingat hubungan baik yang selama ini kami bina, saya pun berusaha untuk mencarikan dana yang dibutuhkannya,”beber milyar.

Diakui Milyar, dirinya ketika itu baru dapat memenuhi pinjaman uang yang dibutuhkan SW dari kerabat dekatnya sejumlah Rp.50 juta, pada pagi harinya, tanggal 10 Februari 2017.

“Setelah saya mendapatkan uang yang diperlukan oleh dr. SW, dia meminta saya untuk mentransfer dana tersebut melalui rekening BRI 015501031431508, atas nama Didik Hermawan, seraya menjanjikan akan segera mengembalikan dana yang dipinjamnya,” urai Milyar.

Lalu, di hari yang sama, Milyar kembali mentransfer sejumlah Rp.30 juta,- ke rekening yang sama sekitar pukul 16.44 WIB, (seperti tertera pada struk transfer yang disimpan oleh Milyar).

Namun, seperti dikatakan Milyar, hingga saat ini, dr. SW tidak pernah menepati janjinya untuk mengembalikan uang senilai Rp.80 juta yang dipinjamnya.

“Setiap kali saya tanyakan, kapan dr. SW dapat mengembalikan uang yang dipinjamnya itu, ia selalu berkelit dengan berbagai macam alasan,” ungkap Milyar.

Dikatakan Milyar, lebih parahnya lagi, oknum pejabat penting Pemkab Lampura tersebut sangat sulit untuk ditemui. Beberapa kali dirinya berusaha menemui di ruang kerjanya, namun dr. SW tidak pernah berada di kantor.

“Bahkan dari sekian banyak beberapa nomor ponsel dan WhatApps yang sebelumnya diberikan kepada saya, saat ini tidak ada satupun yang dapat dihubungi alias nonaktif,” beber Milyar.

Hingga berita ini diturunkan pihak terkait belum dapat di konfirmasi.(Red/TIM)