Lampung Utara, buanainformasi.com – Terkait beredarnya video youtube beberapa hari yang lalu sumbernya dari salah satu pemilik akun youtube bernama Hadi, ia memposting oknum yang mengaku pendeta bernama Hadian Fitra. Dalam isi video yang beredar, Hadian Fitra sudah bertemu tuhan Yesus kritus. Sontak saja isi dari video yang berdurasi 23 menit tersebut terus menuai kecaman publik.
Pada intinya publik sangat banyak mengenal sejarah hidup oknum pendeta yang mengaku sudah bertobat, karena sudah ketemu dengan tuhannya yesus, bahkan mengaku dirinya sudah sah menjadi pendeta dan ditugaskan untuk kemenangan umat kristiani di Lampung.
Kecaman publik yang dilontarkan oleh para netizen tentang kebohongan oknum yang mengaku selaku pendeta saat mengisi acara natal di salah satu gareja di Lampung.
Sejumlah kebohongan yang dilontarkannya antara lain, kebohongannya pertama mengaku suku Lampung abung, kedua mengaku bujangan, ketiga mengatakan Lampung anti kristien, keempat pendidikannya, kelima tempatnya mengajar.
Dari kebohongan oknum yang sudah mengaku pendeta tersebut kemudian dibongkar oleh netizen yang mengenalinya.
“Dia (hadian fitra-red) berbohong, dia bukan suku lampung abung, dia orang jawa, dia sudah punya istri beranak satu, istrinya saat ini sudah menikah lagi, lampung tidak anti dengan kristen karena lampung menganut ragam budaya dan suku serta agama berdasarkan benika tunggal ika berbeda tetap satu,berazaskan pancasila ketuhanan yang maha esa,”ungkap netizen.
Dengan apa yang disampaikan oleh netizen di medsos, netizen sangat berharap dan meminta kepada pihak kepolisian republik indonesia Polri dimana saja berada agar dapat menghentikan tindakan Hadian Fitra yang dinilai telah meresahkan warga, diantaranya, mengaku sebagai oknum pendeta, diduga Hadian penipu semua umat, diduga mempunyai kelainan jiwa pelaku (LGBT GAY), diduga sudah melakukan penyesatan umat manusia, diduga mengadu dombakan atau menghasut umat muslim bersama kristiani agar terpecah belah, diduga melakukan pembohongan publik.
“Kami sangat memahami kebebasan beragama,berbudaya yang dilindungi UUD 1945 dan Pancasila, namun menurut kami ungkapan netizen yang kami kecam dan sangat mengkhawatirkan oknum tersebut semakin menjadi-jadi, dari beragam modusnya,”ucap netizen khawatir. (gun/red)




