Oknum Kepala sekolah tinggalkan suami diduga terbelit banyak hutang

0
1181

Lampung Utara, buanainformasi.com – Oknum Kapala Sekolah SMP Negeri I Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara Propinsi Lampung Evi Apriyanti Spd.Mpd.yang meninggalkan suaminya beberapa waktu lalu diduga hanya Alibi untuk menghindari banyaknya orang yang merasa tertipu pasca rehabilitasi gedung sekolah ruang kelas baru SMP Negeri I Sungkai Selatan yang dipimpinnya dan diduga telah terjadi penyalahgunaan alokasi dana blogrent yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2017.

Hal ini di ungkap oleh beberapa orang yang merasa tertipu dan dirugikan oleh evi kepada buana informasi secara terpisah dikediamannya masing-masing,selasa,17/4.

Agusri salah satu Pemilik Toko yang menyediakan material bahan bangunan kepada buanainformasi.com dikediamnya desa gedung negara Kecamatan hulu sungkai,mengatakan dirinya merasa telah tertipu oleh Evi Apriyanti pasalnya evi telah mengambil bahan bahan bangunan berupa tripelek,cat dll,yang digunakan untuk rehabilitasi gedung SMP Negeri I Sungkai Selatan, yang sampai saat ini belum dibayar oleh evi dengan jumlah sebesar Rp 25.Juta Rupiah,”Jelas Gusri.

Masih menurut gusri jika dalam waktu dekat uang saya tidak dibayar olehnya, tentu saya tidak bisa terima karena sudah cukup lama hampir 6 bulan besar dugaan saya Evi telah menipu saya, dikarenakan telepon evi sudah tidak pernah aktif lagi saat dihubungi yang artinya sudah tidak ada lagi itikad baik untuk bayar,”ujar gusri.

Sementara Subandi A/n Kepala tukang pada pemberitaan sebelumnya juga mengatakan hal yang sama bahwa sampai saat ini jasa upahnya yang belum dibayar Rp 25.juta rupiah subandi meminta uangnya segera dibayar oleh Evi ,sebab saat ini saya sudah ditagih terus,” ujar subaidi kepada buanainformasi.com

Dilain kesempatan Ketua P2S Budi Saat dikonfirmasi buanainformasi.com terkesan menghindar seakan enggan memberi pernyataan terkait dugaan Mark up pasca rehabilitasi gedung dalam penggunaan anggaran keuangan,”yang dilakukan penanggung jawab pengguna anggaran,oknum kapala sekolah, begitu juga bendahara pembangunan ratna, enggan berkomentar dan mengatakan ingin berkoordinasi dulu dengan dinas pendidikan kabupaten lampung utara”ujarnya (Iwan/red).