Pembangunan Pasar Modern Natar Lampung Habiskan APBN Sebesar Rp 44 Miliar

0
95

Lampung Selatan, Penacakrawala.com – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut pembangunan Pasar Natar, Lampung Selatan menelan APBN sebesar Rp 44 miliar.

Hal itu dikatakan Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan dalam acara ground breaking Pasar Natar, Lampung Selatan, Kamis (25/1/2024).

Zulhas mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Pasar Natar.

“Terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah merealisasikan anggaran dalam program pembangunan atau revitalisasi pasar, Gubernur Lampung beserta jajaran, Bupati Lampung Selatan beserta jajaran, tokoh masyarakat, alim ulama, dan juga para pedagang,” kata Zulhas.

Zulhas menyebut, biaya pembangunan Pasar Natar yang sempat terbakar beberapa tahun lalu itu menelan APBN Rp 44 miliar.

“Pembangunan kembali Pasar Natar yang sempat terbakar beberapa tahun lalu itu menelan APBN Rp 44 miliar di atas lahan seluas 6.462 meter persegi dengan luas bangunan 6.839 meter persegi ini menelan biaya Rp 44,42 1 miliar,” katanya.

“Pembangunan pasar ini berlandaskan pada UU No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan PP No 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang dan Permen PUPR No 22 Tahun 2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara,” sambungnya.

Zulhas menyebut, saat ini Indonesia sedang dalam perjalanan menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Dalam waktu kurang dari 25 tahun kita berupaya mewujudkan 100 tahun Indonesia merdeka yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.”

Zulhas mengatakan, Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju dengan PDB terbesar kelima di dunia pada tahun 2045.

Kontribusi Indonesia terhadap perdagangan dunia juga diproyeksikan tumbuh dua kali lipat dengan pangsa ekspor hingga 2 persen.

“Data BPS mencatat ekonomi Indonesia triwulan III-2023 terhadap triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,94 persen year on year. Meskipun menurun dari triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh positif,” ujarnya.

Zulhas mengatakan, untuk data pertumbuhan ekonomi triwulan IV, BPS belum mengeluarkan rilis resmi.

Namun, diperkirakan mampu bertahan di kisaran 5 persen.
Lebih lanjut Zulhas mengatakan, capaian Ini bukti bahwa roda pemulihan ekonomi Indonesia terus bergerak.

“Kita harus optimis perdagangan Indonesia dan perekonomian nasional semakin terus membaik. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini harus kita jaga bersama,” katanya.

Zulhas mengatakan, seiring bergeraknya ekonomi Indonesia, selain membangun atau merevitalisasi pasar rakyat secara fisik, juga mendorong pedagang dan pengelola pasar rakyat ke dalam ekosistem Digitalisasi Pasar Rakyat.

Langkah ini penting sebagai antisipasi agar pedagang pasar rakyat dapat bersaing dengan pedagang online.

Transformasi digital pada proses bisnis pedagang pasar rakyat bersifat end to end, dimana transaksi yang biasanya dilakukan secara offline (tunai atau manual) menjadi online (non-tunai, digital atau berbasis aplikasi).(**/red)