Bandar Lampung, buanainformasi.com – Rangkaian tahapan Pilgub Lampung, mulai penetapan pasangan calon (Paslon), pengundian nomor urut hingga masa kampanye, telah berjalan. Pada 27 Juni 2018, masyarakat akan menjadi penentu arah pembangunan provinsi ini untuk periode lima tahun berikutnya.
Hal itu yang membuat Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Bandar Lampung mengajak generasi milenial untuk tidak apatis terhadap penyelenggaraan pilkada serentak di Lampung, baik pemilihan gubernur atau pemilihan bupati.
Sebagai partai anak muda yang telah lolos menjadi peserta pemilu 2019 dengan nomor urut 11, PSI berharap generasi milenial harus proaktif dalam kegiatan demokrasi.
“Generasi milenial yang apatis atau cuek terhadap politik juga harus proaktif untuk sama-sama mengawasi dan mengawal proses demokrasi lima tahunan di Provinsi Lampung tercinta ini. Karena mau tidak mau, suka atau tidak, regenerasi kepemimpinan pasti akan berjalan. Saatnya anak muda mempersipakan diri dan menempa kualitas diri untuk ikut ambil bagian di dalam mengisi ruang demokrasi kita,” kata Ketua DPD PSI Bandar Lampung Doddie Irawan, Sabtu (24/2).
Pihaknya berharap generasi milenial untuk mengawasi keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penggunaan fasilitas negara oleh calon gubernur dan wakil gubernur Lampung yang merupakan kepala daerah aktif.
Seperti Muhammad Ridho Ficardo (Gubernur Lampung), Bachtiar Basri (Wagub), Chusnunia Halim (Bupati Lampung Timur), Mustafa (Bupati Lampung Tengah), dan Herman HN (Walikota Bandarlampung).
Meski telah berstatus non-aktif karena sedang cuti kampanye, Doddie menilai keterlibatan ASN berpotensi terjadi di pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Ia juga berpandangan peta politik Pilgub Lampung menimbulkan opini publik bahwa akan terjadi pertempuran keras di masing-masing wilayah yang kepala daerahnya mencalonkan cagub atau cawagub.
Doddie berharap kontestasi pilgub tahun ini menjadi ajang pendidikan demokrasi dan partisipasi rakyat guna melahirkan kepemimpinan yang benar-benar lahir dari kehendak mayoritas masyarakat Lampung.
“Ayo anak-anak muda Lampung kita kawal pesta demokrasi Pilgub 2018, biarkan rakyat memilih dengan kesadaran politiknya, bukan karena tekanan, janji, apalagi iming-iming materi,” ajaknya.(*)




