Lampung Timur, buanainformasi.com-Gubernur Lampung H.M.Ridho Ficardo bersilaturahmi dengan Tokoh Adat dan Raja Keratuan Melinting, disambut H.Rizal Ismail, SE.MM Glr.Sultan Ratu Idil Muhammad Tihang Igama Ke IV. silaturahmi dalam rangka Angkon Muaghi/ Angkat Saudara Gubernur Lampung dengan Raja Melinting, M.Ridho Ficardo diarak dan diberi gelar Pangeran Rajo Dilappung di Nuwo Adat Keratuan Melinting, Sabtu (20/05/2017).
Raja Keratuan Melinting menyampaikan bahwa Masyarakat dan Keluarga Besar Keratun Melinting, Memandang Melihat Gubernur ada kedekatan dengan masyarakat adat kepedulian dan keberpihakan M.Ridho Ficardo dalam melestarikan budaya adat istiadat sangat luar biasa. Oleh karenanya Keratuan Melinting mengangkat Gubernur menjadi saudara, Semoga dengan diangkon Muaghi ini akan lebih memotivasi Gubernur untuk mewarisi tradisi adat Menambah Saudara Baru, tidak mengurangi saudara yang lama.
Saat Gubernur Lampung memberikan sambutan menyampaikan bahwa Budaya Lampung akan punah jika kita tidak bersama-sama menjaga dan mewarisinya. Dimana bumi diinjak disitu langit dijunjung. Masyarakat Adat menjiwai warisan leluhur yang penuh kebaikan diharapkan mampu berbuat nyata juga untuk kemajuan Provinsi Lampung. M.Ridho Ficardo mengharapkan kepada Tokoh Adat Way Melinting Kabupaten Lampung Timur agar dapat mendukung dan berpartisipasi dalam peningkatan pembangunan di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Timur tanpa peran dan dukungan para tokoh adat, pembangunan di Provinsi Lampung tidak akan berjalan dengan baik. Atas Pengakuan sebagai saudara dari Keratuan Melinting tentu adalah kehormatan dan bentuk tanggung jawab untuk menjaga marwah adat menjunjung kehormatan, persatuan dan saling membela dalam kebenaran kebaikan. Mengingat hanya dengan kebersamaan, persatuan dan kesatuan yang senantiasa terjalin dan terbina dengan baik, kita dapat melaksanakan berbagai program pembangunan yang tepat sasaran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Ucap Gubernur Lampung dihadapan Para Penyimbang Adat, Penyimbang Tiuh, Penyimbang Marga Melinting Kabupaten Lampung Timur.(Red/Rls)




