Rentan Banjir, Warga Iringmulyo Metro Bangun Jalur Air Secara Swadaya

0
69

Metro, Penacakrawala.id  Warga Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Metro, gotong royong bangun jalur air secara swadaya di lokasi rentan terjadi genangan air, bahkan banjir.

Ketua RT 013, RW 006, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Metro, Suwarto menyebut, wilayah rawan banjir terjadi di cekungan jalan Pala Raya dan tembusan Jalan Pala 6 ke jalan Pala 7.

Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan keluhan akan ancaman banjir itu berulang kali dilaporkan ke perangkat pemerintah.

Suwarto mengungkapkan, dirinya kerap melaporkan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat ke tingkatan yang lebih tinggi seperti Kelurahan hingga Kecamatan.

“Sebelumnya itu kan depan jalan Pala Raya Ini mampet Pak, sehingga rumah masyarakat yang di komplek belakang itu tergenang air,” ujar dia kepada wartawan, Jumat (19/7/2024).

“Genangan itu sudah ada sekitar 2 mingguan tidak surut-surut, sehingga masyarakat sepakat bergotong-royong swadaya membangun jalur air biar mengalir,” sambungnya.

Ia menuturkan, jalur air itu dibuat usai hibah tanah dari warga yang khawatir banjir akan terus datang jika tidak dibangun jalur air.

“Yang di dalam itu Alhamdulillah tanahnya sudah dihibahkan oleh warga supaya bisa dibangun jalur drainase,” paparnya.

“Ini kan jalurnya sudah dibuat harapan Kita tinggal pemerintah yang membangunnya secara permanen,” tuturnya.

Sementara, warga yang menghibahkan tanah untuk dibangun jalur air, Nasrun, mengatakan, banjir mulai sering terjadi di wilayah setwmpat sejak 2021 lalu.

“Banjir ini mulai terjadi sejak pembangunan yang masif di wilayah sini, di RT 13 RW 06. Banjir yang besar kurang lebih terjadi pada tahun 2021 dan sejak saat itu setiap kali hujan dengan intensitas tinggi, air selalu naik dan rumah warga yang lebih rendah selalu terendam,” kata Nasrun.

“Ketinggiannya bervariasi, saat itu pernah satu meter lebih. Itu terjadi pada rumah yang tanahnya rendah di jalan Pala 7 pas ditengah sini. Karena ini kepentingan bersama, kalau jalur air ini tidak segera dibangun bagaimana air mau mengalir,” jelas dia.

Ia menegaskan, pembangunan jalur air itu dikerjakan masyarakat secara swadaya.

“Alhamdulillah warga di sini itu guyub ya, jadi warga bersama-sama saling bergotong-royong agar lingkungannya tidak kebanjiran,” ungkap Nasrun.

“Sehingga mulai dari proses pengukuran, pengerukan dan pembangunan untuk mengantisipasi banjir ala kadarnya itu kami lakukan,” lanjut dia.

Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro untuk berkomitmen dalam menghadirkan kualitas pembangunan yang baik serta melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pembangunannya.

“Karena kami bukan bagian dari pemerintah, jadi Pembangunan yang dilaksanakan secara Swadaya oleh masyarakat pun memiliki keterbatasan,” tukasnya.

“Maka kami sangat menginginkan pemerintah hadir untuk memberikan solusi pembangunan yang konkret dalam rangka mengantisipasi banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi kembali di sini,” pungkasnya. (**/red)