Selain Diduga Tak Transparan Gunakan Dana Bos, Sikap Kepsek SDN 1 Tanjung Rejo Ini Dikeluhkan Para Guru

0
694

Tanggamus, buanainformasi.com – Kepala SDN 1 Tanjung Rejo, Kecamatan Pulau Pangung, Kabupaten Tanggamus, mulai mendapat sorotan dari bawahannya terkait ketidak tranparanannya dalam mengelola dana BOS dan ketidakharmonisan dengan para guru.

Margareta.Spd selaku Kepala SDN 1 Tanjung Rejo,  dituding oleh bawahannya tidak trasnparan dalam penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Margareta diduga mengelola sendiri dana BOS di sekolahnya.

Edi Heryanto, bendahara dana BOS SDN 1 Tanjung Rejo membenarkan kepala sekolahnya tidak transparan dalam mengelola berapa dana yang diterima dan yang di belanjakan kepada para guru termasuk kepada bendahara.

“Setiap pencairan dana BOS, kata Edi, selaku bendahara dia sama sekali tidak dilibatkan hanya disuruh tanda tangan saja. Jangankan membelanjakan dana BOS itu,pegang uangnya saja tidak pernah,” ungkapnya.

Hal senada juga dibeberkan oleh beberapa guru lainnya yang membenarkan ulah Oknum Kepala sekolah dalam hal mengelola dana BOS dan tidak ada keharmonisan dengan para guru selama ia menjabat kurang lebih dua tahun.

“Waktu itu saya pernah mengeluarkan uang pribadi saya untuk keperluan kegiatan sekolah, poto copy lapor dan lain-lain, kalau gak salah habis sekitar 350.000, setiap ditanya jawab kepsek nanti saya ganti, sudah tiga kali pencairan dana BOS sampai sekarang uang saya belum diganti, saya tanya dengan bendahara Edi, tidak tahu menahu karna yang pegang dana BOS itu kepsek semua.Bukan saya aja, ada beberapa guru juga sama seperti saya sering pakai uang pribadi untuk kegiatan disekolah ini,”Ujar salah satu guru di SDN 1 Tanjung Rejo.

Bahkan Kepala Sekolah tak segan melontarkan kata-kata yang tidak pantas diungkapkan oleh seorang kepala sekolah ketika ada guru yang menanyakan uang nya yang sudah terpakai untuk sekolah.

“Berapa uang kamu yang terpakai, nanti saya ganti, dasar mata duitan, dasar guru tapi mulut nya K****ng,”katanya sambil menunjukan pesan singkat WhatsApp yang di Screenshot.

Tidak habis sampai disitu, setelah melontarkan kata-kata yang tak pantas diungkapkan, melalui pesan singkat WhatsApp, beberapa hari kemudian kepala sekolah menemuinya ketika murid sedang ujian, diulanginya lagi kata-kata itu, sehingga para guru lainnya dan anak-anak murid banyak yang menyaksikan kemarahan oknum kepala sekolah Margareta ketika itu. (rls/*)