Rumah Kosong Hangus Di Lalap Api
Dikirim oleh Buana Informasi.com pada 7 Juli 2016
Lampung Tengah, buanainformasi.com – Rumah tingkat dua tak berpenghuni yang terletak di Jl. Agus Salim, Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Milik Santoso (51) yang merupakan mantan pengusaha koperasi dan telah ditinggalkan sejak setahun silam, hangus dilalap sijago merah beserta isinya. Kejadian yang tiba-tiba mengejutkan warga terjadi pada Kamis 07 Juli 2016 sekitar pukul 02.00 dini hari atau tepat memasuki lebaran H+2, warga sedang tertidur lelap. Kebakaran sempat membuat panik warga yang rumahnya tinggal berhimpitan. Satu unit kendaraan milik BPBD Kabupaten setempat dikerahkan untuk memadamkan api. Jum’at (8/7/2016)
Tidak ada yang tau persis penyebab terbakarnya rumah beserta barang-barang milik mantan pengusaha koperasi “artha mandiri” tersebut, yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya sejak setahun yang lalu, lantaran terlilit kasus investasi bodong. Pasalnya, warga mengetahui kebakaran terjadi setelah melihat kepulan asap dan kobaran api dari tengah-tengah rumah tersebut. Kebakaran pun menjadi tontonan warga dan sebagian warga mencoba memadamkan api dengan alat seadaanya, hingga satu jam kemudian satu unit kendaraan pemadam kebakaran milik bpbd lampung tengah tiba dilokasi.
Namun warga sangat kecewa terhadap bpbd lampung tengah, yang terkesan lamban dalam menangani musibah kebakaran, sebab hanya mengerahkan satu unit kendaraan pemadam. Alhasil, tiga jam lebih api baru bisa dipadamkan, setelah satu unit kendaraan pemadam tersebut, harus empat kali pulang pergi mengisi air dalam tangki karna kehabisan pasokan air yang didalam tangki kendaraan, beruntung api tidak meluas kerumah-rumah warga. hingga api dipadamkan, tidak ada yang dapat mengetahui secara pasti asal mula kebakaran terjadi.
Berdasarkan keterangan warga, rumah beserta isi tersebut sudah dibiarkan terbengkalai sejak agustus 2015 yang lalu, dan aliran listrik rumah tersebut pun sudah diputus oleh pihak PLN lantaran telah lama tidak dibayar. Hingga saat ini, tersebar isu dikalangan warga, bahwa kebakaran terjadi ada unsur sabotase dari pihak tertentu, mengingat banyak warga kecewa lantaran uang milik mereka yang diinvestasikan kepemilik Koperasi tersebut, tak jelas ujungunya. untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi, sebab masih ada barang-barang berharga yang tersisa. (Hengki)




