Wisata Pantai Karmila Membutuhkan Bantuan Pemerintah

0
1196

Tanggamus, Penacakrawala.com – Indahnya Keberadaan Wisata Pantai Karang Mutiara Indah Lampung (Karmila) serta sejarah Keberadaan si Pahit Lidah pada zaman dahulu di Pekon Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak, yang dikelola oleh Sumarni dan Suaminya mengalami kekurangan dana dalam membangun beberapa tempat untuk menarik pengunjung. Rabu, 14 Oktober 2020.

Wisata pantai Karmila tebentuk pada tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19 merebak di Indonesia. Hal ini dijelaskan Sumarni, awal sebelum terbukanya pantai karmila, lokasi tersebut hanyalah kebun pisang dan kelapa.

Dibukanya Wisata Pantai Karmila dikarnakan banyaknya Support dari kepolisian dan TNI saat bermain ke kebun Sumarni, Polisi dan TNI merasakan keindahan alam yang harusnya menjadi salah satu aset wisata pantai Bali ke dua, untuk dikelola menjadi wisata dan dimanfaatkan untuk menambah perekonomian kebutuhan sehari hari.

“Alhamdulillah, wisata pantai ini kami kelola dengan baik, agar pengunjung bisa nyaman dan senang saat berkunjung kesini akibat support dari beberapa Polisi dan TNI serta yang lainnya,”katanya.

Sumarni menceritakan tentang adanya sejarah menurut cerita dari buyut mereka tentang keberadaan si Pahit Lidah pada zaman dahulu.

“Dulu si Pahit Lidah bermain di pantai sini dengan kelasihnya serunting, mereka senang melihat suasana pantai yang begitu tenang. Saat asik bermain, si Serunting melihat Kapal dan memberitahu kepada pahit lidah, tapi pahit lidah menjawab bahwa itu bukan kapal melainkan batu, akhirnya kapal itu dikutuk menjadi batu dan batu itu (menunjuk ke batu kapal),”jelasnya.

Tak hanya cerita legenda si pahit lidah, lokasi pantai yang dikelola oleh kantong pribadi keluarga Sumarni, menjadikan karya yang begitu menarik, seperti kapal diatas batu kapal pahit lidah, saung berteduh, tempat berpotret serta taman bermain anak anak.

“Kalau yang membuat semua itu ya suami saya, agar pengunjung bisa nyaman saat berkunjung. Nah, kalau kamar mandi dan WC umum itu yang membuat Pemerintah Kabupaten Tanggamus, hanya itu saja bantuannya,”ujarnya.

Sumarni berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus, khususnya Dinas Pariwisata bisa membantu keluhannya dalam mengelola Wisata tersebut.

“Kalau mau pakai uang kantong sendiri kayaknya enggak bakalan cukup pak, kami berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus membantu apa yang kurang di lokasi ini supaya bisa menambah perekonomian kebutuhan kami disini,”pungkasnya.

(Mas’ud)