BPS Lampung: Pengangguran Menurun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat pada Februari 2026

0
2

Bandar Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat kondisi ketenagakerjaan di Lampung menunjukkan tren yang positif pada Februari 2026. Tingkat pengangguran mengalami penurunan, sementara jumlah penduduk yang bekerja terus meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi di berbagai sektor. (lampungprov.go.id)

Kepala BPS Provinsi Lampung Yoseph Saefuddin menjelaskan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,93 persen, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menunjukkan semakin banyak angkatan kerja yang berhasil terserap ke dalam berbagai lapangan pekerjaan.

BPS juga mencatat jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi sekitar 4,88 juta orang, atau bertambah sekitar 98 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin membaiknya kondisi pasar tenaga kerja di Provinsi Lampung, yang didukung oleh pertumbuhan sejumlah sektor usaha.

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Lampung. Selain itu, sektor perdagangan, industri pengolahan, dan jasa juga menunjukkan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan kesempatan kerja di daerah.

Dari sisi pendidikan, BPS mencatat mayoritas tenaga kerja di Lampung masih didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meski demikian, jumlah pekerja dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi juga terus mengalami peningkatan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang lebih baik.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja.

Pemerintah Provinsi Lampung menyambut positif capaian tersebut dan berkomitmen terus mendorong penciptaan lapangan kerja melalui penguatan investasi, pengembangan sektor industri, hilirisasi komoditas unggulan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren penurunan pengangguran, meningkatkan serapan tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.