Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah melalui penguatan sektor hilirisasi. Salah satu langkah nyata ditunjukkan dengan pelepasan ekspor ribuan ton tapioka ke Tiongkok, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Lampung di pasar internasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa produk hasil olahan berbasis singkong dari Lampung memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global. Pemerintah Provinsi Lampung menilai hilirisasi komoditas pertanian merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai jual produk, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Menurutnya, Lampung sebagai salah satu sentra produksi singkong nasional memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri hilir sehingga komoditas tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi setelah diolah.
Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif guna menarik minat pelaku usaha mengembangkan industri pengolahan di daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta memperbesar kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian daerah.
Ekspor tapioka ke Tiongkok dinilai menjadi peluang untuk memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan Lampung. Selain meningkatkan devisa, kegiatan ekspor juga diharapkan memberikan dampak positif bagi petani singkong, pelaku industri, serta sektor logistik dan perdagangan yang terlibat dalam rantai distribusi.
Melalui penguatan hilirisasi dan peningkatan ekspor produk olahan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap komoditas unggulan daerah mampu memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, meningkatkan daya saing di pasar global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.




