Pemprov Lampung Dorong Desa Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

0
1

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat peran desa sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan potensi lokal, serta pengembangan usaha produktif, pemerintah berupaya menciptakan desa yang mandiri, maju, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan yang membahas strategi pembangunan desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lampung. Pemerintah menilai desa memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif yang perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pemerintah desa untuk mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha dan pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi produk desa sekaligus memperluas peluang usaha dan lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Sinergi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat ekonomi lokal, serta memperluas akses pemasaran produk-produk unggulan desa.

Pengembangan desa tidak hanya difokuskan pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan digitalisasi desa. Dengan dukungan tersebut, desa diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Melalui penguatan peran desa sebagai pusat aktivitas ekonomi, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kesejahteraan masyarakat terus meningkat, kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat dikurangi, serta pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.