Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat layanan kesehatan sebagai upaya mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan mencapai target eliminasi penyakit tersebut. Penguatan layanan dilakukan melalui peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi penemuan dan penanganan kasus di seluruh wilayah Lampung.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanggulangan TBC. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa target penanganan TBC di Provinsi Lampung pada tahun 2026 mencapai 30.746 kasus, sementara capaian penemuan kasus saat ini masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat sinergi agar target tersebut dapat tercapai.
Menurut Jihan, Provinsi Lampung telah memiliki jaringan layanan kesehatan yang memadai untuk mendukung percepatan penanganan TBC. Fasilitas tersebut meliputi 19 rumah sakit pemerintah, 63 rumah sakit swasta, 322 puskesmas, 560 klinik dan praktik mandiri bidan, serta 15 klinik di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Selain itu, berbagai peralatan medis seperti laboratorium PCR, alat diagnosis cepat, dan rontgen portabel juga telah tersedia guna mendukung pemeriksaan dan diagnosis secara lebih akurat.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mengapresiasi langkah sejumlah pemerintah kabupaten yang telah memperkuat kebijakan penanggulangan TBC, termasuk melalui pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan penyusunan rencana aksi daerah. Selain fokus pada pengobatan, pemerintah mendorong penanganan yang menyentuh aspek lingkungan dan sosial, seperti pendataan rumah tidak layak huni milik penderita TBC agar dapat memperoleh bantuan perbaikan tempat tinggal.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi lintas sektor antara dinas kesehatan, dinas sosial, dinas perumahan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta kader kesehatan akan terus diperkuat. Pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan penemuan kasus secara aktif melalui puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan swasta agar pasien dapat segera terdiagnosis dan memperoleh pengobatan yang tepat.
Melalui penguatan layanan kesehatan, kolaborasi antarlembaga, serta keterlibatan aktif masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis upaya penanggulangan TBC dapat berjalan lebih efektif. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kasus, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan mendukung tercapainya target eliminasi TBC di Provinsi Lampung.




